Facebook
RSS

Apa Itu Polips Rahim dan Polips Serviks

-
Pramadya Puspa

Wanita memang makhluk istimewa yang diciptakan oleh tuhan. Tetapi dibalik keistimewaan tersebut, wanita harus bisa menjaga kesehatan mereka dengan lebih baik. Karena banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa wanita rentan terhadap berbagai penyakit. Mulai dari penyakit yang bisa menyerang organ intim, seperti polip serviks atau polip Rahim.

Polip adalah pertumbuhan jaringan yang menyebabkan tumor. Diketahui polip ternyata tidak hanya menyerang rahim, tetapi polip juga bisa menyerang beberapa bagian tubuh seperti tenggorokan, hidung, dan juga telinga. Namun saat ini kita akan membahas mengenai polip dibagian kandungan.

Biasanya polip menyerang wanita yang sudah memasuki masa menopause. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa polip bisa menyerang wanita yang baru memasuki masa awal menstruasi. Seperti yang dikatakan oleh dokter kandungan di Indonesia, seperti yang dikutip dari laman Okezone.com.

Dokter tersebut mengatakan, setiap wanita berpeluang terkena polip, tidak ada batasan usia. Karena polip sangat sering menyerang setiap wanita. Maka si wanita diharuskan untuk bisa mencegah terjadinya polip dan dapat mencegahnya sedini mungkin.

Karena penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita bisa diatasi dengan berbagai cara dengan mengenali gejala awal yang terlihat dengan sendirinya. Karena banyak sekali gejala yang memungkinkan terjadinya polips tersebut.

Gejala Polips Serviks dan Polip Rahim

a. Menstruasi tidak teratur
b. Darah haid yang terlalu banyak
c. Adanya pendarahan atau flek saat siklus haid

Polip Serviks dan Rahim

Ciri dan gejala dari serviks hampir sama dengan rahim. Biasanya akan terlihat dari haid yang tidak biasa, Yaitu darah haid yang keluar cukup banyak. Dan juga terkadang gejala lainnya adalah timbulnya keputihan, keputihan tersebut akan hadir bersama lendir yang biasanya berwarna putih atau kuning.

Biasanya polip Rahim lebih banyak menyerang wanita berusia 40-50 tahun ke atas. Dibandingkan kepada wanita berusia dibawah 30 tahun. Polip yang timbul di dinding rahim muncul akibat dari penebalan  hormone esterogen wanita.

Anda harus segera untuk konsultasikan hal ini kepada dokter. Karena biasanya dari jaringan tumor pada serviks bisa menjadi kanker. Sehingga lebih baik anda segera mencegahnya dari sekarang. Sehingga anda pun bisa mendapatkan pengobatan yang lebih cepat, temukan info kesehatan lainnya di Indonesia Optimis.

Penyebab Polip

Memang belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya polips pada wanita. Jaringan tumor serviks bisa terjadi pada wanita usia berapa saja. Banyak ditemukan pada wanita berumur 20 tahun yang sudah mengalami beberapa kehamilan. Namun penyebab pasti dari timbulnya polips belum diketahui secara pasti oleh berbagai ahli di dunia. Tetapi beberapa penyebabnya dikarenakan oleh dari  kelebihan hormon esterogen karena hormon ini bisa menimbulkan penebalan pada dinding Rahim yang mengundang datangnya polips, lalu terjadinya perdangan serviks, dan pembuluh darah tersumbat.

Bagaimana Menyembuhkan Polips Rahim dan Serviks:

Diagnosa

Awalnya memang anda harus melakukan diagnosa terhadap polips yang bersarang pada tubuh anda. Diagnosa dilakukan untuk mengetahui seberapa parah polips yang ada pada tubuh anda. Biasanya ditahap awal dokter kandungan akan menanyakan kepada anda mengenai gejala-gejala yang terjadi. Setelah itu anda akan dilakukan pengecekan dengan mengunakan USG, histeroskopi, dan dilakukan kuret.

Pengobatan Serviks

Polip serviks biasanya diketahui berdasarkan pemeriksaaan dari dokter kandungan. Meskipun jika polip tidak menyebabkan gangguan apapun pada kamu dan polip bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi memang ada baiknya anda memeriksakannya ke dokter. Akan sebaiknya anda melakukan pencegahan diawal?

Jika anda memeriksakannya ke dokter, biasanya polips akan ditemukan pada saat melihatnya dengan alat pembantu seperti mikroskop dan sebagainya. Polips akan terlihat ketika anda menjalani pemeriksaan panggul.

Pencegahan Polips

Pencegahan polips memang bisa ditangani dengan cara sederhana namun aman. Tetapi jika sebelumnya anda sudah pernah mengalami polips, meskipun sudah dilakukan pembersihan pertama kali, maka kemungkinan besar polips akan kembali muncul.

Dalam pencegahan polips, anda juga bisa melakukannya dengan sederhana. Yaitu denga melakukan deteksi pap smear secara rutin. Apa lagi deteksi pap smear bisa dilakukan setiap hari dengan sendiri. Anda bisa melihat apakah ada hal lain yang timbul pada organ intim anda.

Jika anda rasa polips sudah begitu parah dan memang mengharuskan mendapatkan penanganan medis secara serius maka anda bisa untuk datang ke Klinik Utama Gracia. Di klinik anda akan mendapatkan penanganan sesuai dengan seberapa parahnya polips anda.


Leave a Reply