Facebook
RSS

Saya Sampaikan, Berarti Saya Berpikir Kembali

-
Pramadya Puspa

 - Sejenak Bermeditasi dengan Descartes-

Hampir setiap waktu, pikiran saya dipenuhi dengan gagasan-gagasan. Dari indra, saya melihat, mendengar, merasa, sampai akhirnya berpikir tentangnya. Pagi, siang, dan malam tak akan lepas pikiran ini, dengan pendapat-pendapat yang penting-tidak penting, berbobot-tidak berbobot, imaginasi-kenyataan, fantasi-pengalaman, atau campuran dari semua itu. Pendeknya, gagasan tercipta dari informasi-informasi.
Ada kalanya gagasan itu begitu menarik. Tapi dalam hitungan waktu yang sedikit, semua itu musnah, tidak berbekas di ingatan. Bukan karena hilang semata-mata, tapi justru dengan kesadaran, saya sendiri lah yang telah membuangnya. Itulah gagasan tanpa validasi, yang bagi orang yang kurang bersabar, gagasan itu akan dibuang mentah-mentah tanpa pernah mencoba mengolah. Tapi ini reaksi wajar menurut saya, karena saya  juga tidak mau menumpuk sesuatu dalam pikiran, informasi yang tidak jelas kebenarannya, kecuali jika saya memang ada kepentingan tertentu untuk tetap menggunakan pendapat-pendapat itu.
Lalu Yang manakah yang benar?
Bagaimanakah aku mengetahui?
Yang manakah yang salah?
Dan bagaimanakah aku membenahi?
Yang manakah yang sampah?
Mulai dari manakah aku membuangnya?
Penalaran adalah salah satu metode yang sangat ampuh untuk masalah saya ini. Tapi pendapat lain yang aku dapat dari Rene Descartes, bahwa penting pula bagi saya  untuk mengemukakan pikiran-pikiran itu,  meskipun Descartes menyampaikan  pendapat ini pada konteks yang berbeda yaitu tentang perbedaan mesin dan manusia dalam hal penyusunan kata, saat manusia mengutarakan pendapatnya kepada orang lain.
Hubungan yang dapat saya tangkap antara pendapat ini dengan upaya saya untuk mem-validasi gagasan-gagasan saya adalah pertama, saya menyetujui bahwa ketika seseorang hendak mengemukakan pendapat, dalam hal ini adalah pendapat yang lahir dari pemikiran yang serius, seseorang tersebut pasti terlebih dahulu akan merancang sususan kata yang baik dan runtut agar pendapatnya ini dapat dimengerti oleh orang lain. Kegiatan penyusunan ini pun, bagi saya adalah suatu validasi. Sejalan dengan pendapat Descartes pula, bahwa dalam pengalaman saya selama ini, memikirkan gagasan untuk dikemukakan dengan penyusunan kata, saya lakukan lebih serius ketimbang jika saya berniat hanya ingin mempublikasikannya pada diri saya sendiri, sehingga sering sekali saya menemukan kesalahan-kesalahan dalam gagasan-gagasan itu, yang nantinya dapat menuntunku untuk memikirkan teori yang lebih sempurna.
Kedua, suatu hal yang pasti bahwa setiap orang pasti memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menilai sesuatu, termasuk saya sendiri. Pendapat-pendapat yang sudah saya pikirkan dengan rapi tersebut bisa jadi lahir dengan disertai subjectivitas terutama dari pengalaman pribadi, sehingga akan diperoleh pendapat yang kurang benar atau bahkan salah menurut penilaian orang pada umumnya. Akan tetapi bukan berarti saya sepenuhnya menghilangkan independensi, yang artinya, meskipun saya membuka pikiran untuk menerima pendapat, saran bahkan kritik dari orang lain, saya tetap akan berpihak pada gagasan itu, sejauh dapat diterima menurut aturan penalaran yang benar.
Kedua pendapat tadi tidak seperti judi bola online, yang berinti pada pentingnya mengutarakan gagasan atau pendapat kepada orang lain, setidaknya dapat lebih mempermudah diri saya sendiri untuk dapat mengendalikan dan mengatur semua gagasan yang ada di kepala saya serta mencari kebenaran dan inti dari gagasan tersebut.

17 Responses so far.

  1. septian99 says:

    izin mampir di blog ini..

    salam bloger :)

  2. Iya Septian... Makasih ya..^^ hehehe...
    Lama juga ga mampir ke Blog Septian..
    Salam Blogger^^

  3. sangeb says:

    Filosofis, tapi sudah dibantah oleh para filsuf eksistensialis .. (Saya ada, maka saya berpikir)

    tas wanita murah

  4. Makasih Info bagus menarik bermanfaat, moga sukses selalu
    Vimax Canada
    Vimax Canada Asli

  5. sarana penangkal santet dengan doa, mantra dan ilmu anti santet, agar terhindar dari dukun santet
    santet
    santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet |

  6. sarana penangkal santet dengan doa, mantra dan ilmu anti santet, agar terhindar dari dukun santet
    santet
    santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet
    santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet | santet

Leave a Reply