Facebook
RSS

Ini Dia Pemahaman Yang Salah Mengenai Asuransi Jiwa Yang Dapat Mengganggu Sisi Keuangan

-
d.




Asuransi Kesehatan Allianz - Apakah Anda telah punya  asuransi bagi pribadi atau keluarga? Jika memang sudah, Anda boleh bergembira. Karena kenyataannya, belum banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui pentingnya asuransi. Harus diakui, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, berasuransi sejauh ini masih menjadi hal yang aneh dan tidak terlalu diketahui.

Menurut beberapa hasil pendataan ada beberapa hal penyebab kenapa kesadaran berasuransi masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Pertama, pendapatan per kapita masyarakat masih rendah sehingga kebutuhan asuransi belum dilihat sebagai keperluan pokok. Kedua, edukasi dan sosialisasi yang masih rendah. Ketiga, tingkat pendidikan masyarakat juga masih minim.
Anda pasti pernah mengetahui tentang cerita sedih tentang seseorang yang terkuras harta bendanya akibat menanggung penyakit,bukan? Biaya berobat saat ini memang mahal. Mengutip data World Health Organization (WHO) pada kurun waktu 10 tahun belakangan, kenaikan biaya berobat di Indonesia mencapai 40% per tahunnya.

Mahalnya biaya berobat di negeri ini tak ayal sering melahirkan banyak cerita orang jatuh bangkrut karena sakit. Bukan tidak mungkin seseorang yang sudah bekerja keras seumur hidupnya dan mau meraih kemerdekaan finansial jelang masa pensiun, justru terantuk masalah kesehatan dan harta bendanya berkurang habis untuk berobat.
Biaya berobat yang mahal itu sebetulnya bisa Anda antisipasi dengan berbagai cara. Misalnya, membiasakan gaya hidup sehat, mengurangi stres, juga berkala memeriksakan kesehatan setiap periode tertentu.

Adapun cara mengelola efek finansial yang ditimbulkan oleh risiko kesehatan adalah melalui asuransi. Berasuransi berarti, Anda mengalihkan risiko finansial kepada pihak ketiga, yaitu perusahaan penyedia produk asuransi. Jadi, saat suatu saat Anda sakit dan memerlukan biaya pengobatan, asuransilah yang menanggung biaya itu.
Dengan memiliki asuransi, keuangan pribadi Anda dapat mengatasi guncangan akibat biaya berobat. Hasilnya, tujuan keuangan pribadi dalam rangka mewujudkan kemerdekaan finansial tidak perlu terganggu karena biaya berobat atau risiko lainnya sudah di ambil alih oleh pihak asuransi.
Nah, bila kegunaan asuransi sebenarnya cukup ampuh dalam mendukung pengelolaan keuangan yang sehat, mengapa masih banyak orang Indonesia yang tak berminat untuk berasuransi? Selain beberapa sebab yang sudah dijelaskan tadi, penyebab lain adalah masih banyak masyarakat yang memiliki pandangan salah mengenai asuransi.
Di bawah ini adalah pemahaman yang salah mengenai asuransi yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia:
  • Berpikiran asuransi sebagai media investasi
Kesalahan umum yang pertama adalah, menganggap asuransi sebagai investasi yang akan memberikan keuntungan seperti produk investasi. Padahal, asuransi bukanlah produk investasi. Dalam pencatatan keuangan, asuransi ada dalam kolom biaya. Anda memang mengalihkan risiko keuangan pada perusahaan asuransi. Namun, itu bukan berarti Anda akan memperoleh keuntungan sebagaimana keuntungan saat memutar uang pada bidang investasi.
  • Sering salah dalam mengasuransikan diri
Apakah orangtua yang sudah tidak dapat bekerja dan tidak menanggung hidup anak-anaknya perlu memiliki asuransi jiwa? Sebenarnya tidak butuh. Seseorang dengan profil seperti itu mungkin lebih membutuhkan asuransi kesehatan atau asuransi long term care atau perawatan usia tua. Asuransi jiwa justru diperlukanoleh sang anak yang saat ini berperan sebagai penanggung hidup si orangtua itu nantinya.
  • Membuang uang secara sia-sia
Masih banyak kalangan yang berpikiran bahwa membeli produk asuransi sama saja membuang percuma. Pandangan ini kurang tepat. Jika Anda membeli asuransi itu berarti Anda mengalihkan risiko keuangan yang Anda tanggung kepada perusahaan asuransi. Apa saja risiko keuangan yang dapat Anda hindari? Banyak. Mulai dari risiko keuangan akibat kejadian meninggal dunia, sakit, kecelakaan, hingga asuransi kerugian seperti asuransi rumah, asuransi mobil serta harta berharga lainnya.

Leave a Reply